Jumat, 28 Mei 2010

STABILITAS KAPAL

6.2.2. Titik Tekan = Titik Apung ( B )
a. Definisi
Titik tekan = Titik apung = Centre of buoyency debuah
titik di kapal yang merupakan titik tangkap Resultante
semua gaya tekanan keatas air yang bekerja pada
bagian kapal yang terbenam didalam air.
b. Arah bekerjanya
Arah bekerjanya gaya tekan adalah tegak lurus keatas
c. Letak / kedudukan titik tekan/titik apung
Kedudukan titik tekan sebuah kapal senantiasa
berpindah pindah searah dengan menyengetnya kapal,
maksudnya bahwa kedudukan titik tekan itu akan
berpindah kearah kanan apabila kapal menyenget ke
kanan dan akan berpindah ke kiri apabila kapal
menyenget ke kiri, sebab titik berat bagian kapal yang
terbenam berpindah-pindah sesuai dengan arah
sengetnya kapal.
Jadi dengan berpindah-pindahnya kedudukan titik tekan
sebuah kapal sebagai akibat menyengetnya kapal
tersebut akan membawa akibat berubah-ubahnya
stabilitas kapal tersebut.
6.2.3. Titik Metasentrum ( M )
a. Definisi
Titik Metasentrum sebuah kapal adalah sebuah titik
dikapal yang merupakan titik putus yang busur
ayunannya adalah lintasan yang dilalui oleh titik tekan
kapal
b. Letak / kedudukan titik Metasentrum kapal
Titik Metasentrum sebuah kapal dengan sudut-sudut
senget kecil terletak pada perpotomgam garis sumbu
dan, arah garis gaya tekan keatas sewaktu kapal
menyenget
c. Sifat dari letak / kedudukan titik metasentrum
Untuk sudut-sudut senget kecil kedudukan Metasentrum
dianggap tetap, sekalipun sebenarnya kekududkan titik
itu berubah-ubah sesuai dengan arah dan besarnya
sudut senget. Oleh karena perubahan letak yang sangat
kecil, maka dianggap tetap.
259
Dengan berpindahnya kedudukan titik tekan sebuah kapal
sebagai akibat menyengetnya kapal tersebut akan membawa
akibat berubah-ubahnya kemampuan kapal untuk menegak
kembali. Besar kecilnya kemampuan sesuatu kapal untuk
menegak kembali merupakan ukuran besar kecilnya stabilitas
kapal itu.
Jadi dengan berpindah-pindahnya kedudukan titik tekan sebuah
kapal sebagai akibat dari menyengetnya kapal tersebut akan
membawa akibat berubah-ubahnya stabilitas kapal tersebut.
Dengan berpindahnya kedudukan titik tekan B dari kedudukannya
semula yang tegak lurus dibawah titik berat G itu akan
menyebabkan terjadinya sepasang koppel, yakni dua gaya yang
sama besarnya tetapi dengan arah yang berlawanan, yang satu
merupakan gaya berat kapal itu sendiri sedang yang lainnya
adalah gaya tekanan keatas yang merupakan resultante gaya
tekanan keatas yang bekerja pada bagian kapal yang berada
didalam air yang titk tangkapnya adalah titik tekan.
Dengan terbentuknya sepasang koppel tersebut akan terjadi
momen yang besarnya sama dengan berat kapal dikalikan jarak
antara gaya berat kapal dan gaya tekanan keatas. Untuk
memperoleh keterangan yang lebih jelas, harap perhatikan
gambar dibawah ini
M W’
ga ga
G B
w
Gambar. 6.1. Kedudukan titk G, B, M, sebuah kapal

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar